Special Backlink

Tampilkan postingan dengan label Hakikat Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hakikat Ibadah. Tampilkan semua postingan

Fastabiqul Khairat

0 komentar
Fastabiqul Khairat. Allah Swt berfirman.” Dan carilah pada apa-apa yang telah dikaruniakan Allah kepadamu, kebahagiaan negeri akhirat dan janganlah kamu lupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi. Dan berbuat baiklah kamu kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan dibumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Qs Al Qashash-77). Kebahagiaan negeri akhirat adalah keinginan dari kita semua, hal ini tidak akan pernah terwujud dan sulit untuk meraihnya kalau, setiap diri tidak berusaha membuka jalan kearah kenginan tersebut.

Allah tidak menyukai dan tidak menyuruh umat manusia memfokuskan diri soal akhirat semata, dengan meninggalkan dan mengesampingkan jatah kenikmatan dan kesenangan hidup didunia ini.. Hendaknya setiap diri harus bisa mempergunakan kenikmatan maupun kesenangan dunia, sebagai kendaraan untuk mendapatkan kebahagiaan negeri akhirat dengan segenap kemampuan yang diberikan-Nya. Full Story »

READ MORE - Fastabiqul Khairat

Doa dan Perubahan Diri

0 komentar
Doa dan Perubahan Diri. “ Berdoalah kepada-Ku dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka pada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs Al A’raaf-55). Allah menyuruh kita untuk bermunajat pada-Nya karena munajat dalam bentuk doa yang tulus dan keluar dari hati yang tulus lagi ikhlas yang mengharapkan keridhaan-Nya semata akan cepat mendapat respon dari Allah. Dijelaskan, berdoa haruslah dengan penuh kerendahan atau tawaduk didalam hal yang diminta dan juga cara memintanya, karena Allah tidak suka sama sekali terhadap orang-orang yang berlebihan dalam segala hal. Pada dasarnya kekuatan doa itu akan jauh lebih efektif ketika kita sanggup merubah perangai, prilaku maupun sikap kita. Dikatakan, doa itu ibarat tanaman, kekuatan untuk merubah diri dan segala sikap hidup dari yang tercela menjadi terpuji itulah yang akan menjadi bibitnya. Sedangkan permohonan yang kita ucapkan ibarat pupuk. Tapi, kalau kita hanya menaburkan pupuk semata tampa pernah menaburkan bibit, mustahil hasilnya akan sesuai dengan keinginan kita.

Dari kenyataan hidup yang kita jalani, semakin tampak bahwa semakin hari kita semakin dihadapkan pada berbagai bentuk persoalan yang sepertinya tidak akan pernah ada akhirnya, dimulai dari harga-harga yang terus merambat naik sampai pada tingkah laku dari ank-anak kita yang semakin mengkhawatirkan dsb. Dalam situasi seperti ini tak banyak manusia yang sanggup menghadapinya selain ditenggelamkan kedalam kubangan penderitaan yang sepertinya tak berkesudahan. Full Story »

READ MORE - Doa dan Perubahan Diri

Sholat Sebagai Penghubung

0 komentar
Sholat Sebagai Penghubung. Dari sekian banyak rangkaian ibadah yang diwajibkan, shalat adalah yang paling ditekankan sekali untuk menyegerakan waktunya. Shalat adalah rukun Islam yang kedua sesudah bersyahadat, dari kelima rukun Islam itu ibadah shalat merupakan amalan yang pertama sekali dihitung diakhirat kelak, baik shalatnya maka kebaikanlah yang akan menyertainya, buruk shalatnya maka keburukan itu akan selalu merongrongnya. Diterangkan ibadah shalat ini adalah sarana penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Rasulullah Saw bersabda .” Innaahadukum izashalayuna jirabbahu.” Sesungguhnya jika seseorang dari kamu mengerjakan shalat, ia telah bermunajat (doa) kepada Rabbnya.

Hadis singkat Beliau Saw ini menjelaskan bahwa cara bermunajat atau berdoa yang paling sempurna itu hendaknya diawali dengan shalat. Karena shalat itu sendiri terdiri dari rangkaian doa-doa dan puji-pujian pada Allah, dan juga sebagai taman ibadah yang didalamnya penuh dengan segala yang menyejukan. Tentu hal ini bisa dirasakan dengan menjadikan shalat ini benar-benar sebagai penghubung antara jiwa kita dengan Allah dan pencegah dari kemungkaran. Namun, sangat disayangkan ibadah shalat sebagai tiang dari tegaknya syariat Islam ini sering kali kurang mendapat perhatian dari sebagian kalangan, kesibukkan duniawi telah mengikis eksistensi manusia itu sendiri sebagai makhluk Allah yang harus menyembah secara tulus pada-Nya. Full Story »

READ MORE - Sholat Sebagai Penghubung

Haji Mabrur, di Mana Letaknya ?

0 komentar
Haji Mabrur, di Mana Letaknya ? Ajaran Islam kaffah telah menerapkan beberapa aturan didalam menguatkan rasa persaudaraan dan persatuan didalam menanamkan semangat bekerja sama dan toleransi, yang pada akhirnya akan mewujudkan kepentingan bersama, dalam wadah Ukhuwah Islamiyah maupun Ukhuwah Insaniyah yang selalu didengungkan selama ini. Shalat misalnya, akan jauh lebih baik dan sempurna apabila ditunaikan secara berjamaah. Zakat akan melahirkan sifat kasih sayang dan kepedulian sosial terhadap sesama muslim yang kurang mampu, sembari menumbuhkan rasa optimisme mereka dalam bekerja dan berusaha, sabar dan tawakal.

Kemudian, bagi yang mampu secara lahir dan bathin Islam memerintahkan untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, yang merupakan pertemuan akbar umat Islam sedunia. Apakah ibadah haji tersebut hanya sebatas itu ?. Istimewanya didalam ibadah haji ini adalah, tidak ada yang berbeda dan dibeda-bedakan, pakaian yang dikenakan adalah sama, pekerjaan yang ditunaikan juga sama, dan kepentingan yang sama, tampa memandang bangsa, warna kulit, derajat dan bahkan mungkin niat’yang sama. Full Story »

READ MORE - Haji Mabrur, di Mana Letaknya ?

Doa, Usaha dan Tawakal

0 komentar
Doa, Usaha dan Tawakal. Berfirman Allah.“Berdoalah pada-Ku dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut. Sesunguhnya Allah Swt tidak suka pada orang-orang yang melampaui batas “. ( dalam hal yang di minta dan cara meminta ) (Qs Al A’raaf ayat 55 ). Kekuatan doa itu akan jauh lebih efektif ketika kita sanggup mengubah diri dan prilaku kita. Karena doa itu ibarat tanaman, kekuatan mengubah diri tadi bibitnya, sedangkan permohonan yang kita lantunkan adalah pupuknya, yang membuat tanaman menjadi subur dan cepat memberikan hasil. Namun, apabila kita terus menerus menaburkan pupuk tampa pernah menanam benih, atau tanaman tsb dibiarkan saja tak terurus, lantas hasil macam apa yang akan kita harapkan dapat tumbuh dan berkembang diantara dua keadaan diatas ?.

Dari realita kehidupan yang kita jalani sekarang ini, nampak bahwa semakin hari kita semakin di lilit masalah yang seolah sudah semakin menumpuk dan semakin tak kelihatan akhirnya. Menengelamkan kita pada kubangan penderitaan yang sepertinya tak berkesudahan, seakan hidup menjadi sedemikian pahit dan suram, menoleh kekanan masalah, melirik kekiri hujatan, tudingan, sampai pada cibiran lihat kebawah pendapatan pas-pasan sedangkan kebutuhan akan hidup semakin meningkat, ditempat kerja atasan sering marah-marah atas tuntutan akan perubahan/penambahan penghasilan. Full Story »

READ MORE - Doa, Usaha dan Tawakal

Akhir Hidup yang Baik

0 komentar
Akhir Hidup yang Baik. Rasa syukur yang dalam tak bosan-bosannya kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala nikmat, karunia, serta hidayah yang telah sejak dulu diberikan terhadap diri, keluarga, masyarakat sampai pada bangsa dan negara ini, walaupun tak jarang segala bentuk kesulitan dan cobaan senantiasa mendera kehidupan kita. Rasa syukur ini jangan hanya sebatas dimulut saja, tapi harus selalu diimplementasikan dalam bentuk amal ibadah yang akan menghantarkan setiap jiwa pada keridhaa-Nya. Didalam menjalani liku-liku kehidupan ini, kita selalu dituntut untuk pandai mensiasati gelombang dan arus dunia yang semakin hari semakin menjerumuskan. dosa dan maksiat saat ini semakin bertebaran dimana-mana.

Sebuah nasehat menyebutkan dunia ini indah, menarik bahkan sangat menarik bagi orang – orang yang lalai dan lupa pada hidup yang seseungguhnya, bahkan sampai melupakan suatu perihal yang sangat urgent, ialah soal kematian atau maut. Hal ini dibuktikan semakin kurangnya minat dari sebahagian kalangan yang mau dengan kesadaran membahasnya secara dalam dan mendetail. Kalaupun muncul kesadaran itupun hanya bersifat sementara, kalau pembicaraan sudah mengarah kepersoalan lain ( duniawi ), kesadaran tadi hanya tinggal kesadaran menunggu cerita dan kisah berikutnya, padahal maut itu bukan hanya sebatas cerita (retorika ). Ditegaskan lagi bahwa tiada yang lebih indah dari segalanya selain mengakhiri hidup dengan kebaikan ( Khusnul Khatimah ). Full Story »

READ MORE - Akhir Hidup yang Baik

Birrul Walidain

0 komentar
Birrul Walidain. Sikap sopan santun, hormat, berhati lembut namun tegas dan konsekuen sudah sepatutnya kita berikan kepada kedua orang tua, yang sudah susah payah mengandung, merawat dan membesarkan kita. Namun, kita juga diperingatkan oleh Allah untuk berlaku tegas terhadap mereka, apabila salah satu atau keduanya mengajak untuk berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah Swt, yang diulangi dengan ayat terakhir Qs Lukman ayat 15. “ Wasaahibhuma ma’ruf “ Dan pergaulilah mereka dengan baik.

Jelasnya ayat diatas “ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) pada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah pada-Ku dan pada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. Full Story »

READ MORE - Birrul Walidain

Ibadah dan Bekerja

0 komentar
Ibadah dan Bekerja. Berfirman Allah didalam Qs Al Jumuah ayat 9-10 “ Wahai orang-orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka berjalanlah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah perdagangan itu. Demikian itu lebih baik bagimu juka kamu mengetahui. “ Jika shalat itu lelah selesai bertebaranlah kamu dimuka bumi ini dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung “.

Hidup adalah suatu perjalanan yang harus dijalani dan dipenuhi sebagai suatu kewajiban atas semua amanah yang dibebankan pada pundak kita masing-masing. Dapat kita saksikan tak sedikit dari manusia yang terlalu dilarutkan oleh pencarian harta dunia, hidup mewah jadi prioritas utamanya (hedonis) harta dijadikan kiblat sebagai mainan mata. Sementara hati ( rohani) yang seharusnya juga diisi dengan keimanan, ketaatan dsb sering kali diabaikan, malah sering ditinggalkan dengan sengaja. Full Story »

READ MORE - Ibadah dan Bekerja

Bahaya Menahan Zakat

0 komentar
Bahaya Menahan Zakat. Bila kita tekuni dan memahami membaca ayat – ayat suci Al Quran dan mengambil pelajaran dari sekian banyaknya hadis dari Rasulullah Saw sebagai pembawa risalah, yang berhubungan dengan setiap amal ibadah kita pada Allah Swt. Yang orientasinya pada penghambaan diri sepenuhnya pada kekuasaan – Nya, serta persiapan bekal untuk hidup di akherat kelak.

Maka secara otomatis akan menumbuhkan rasa cinta yang tinggi dari manusia itu terhadap Allah dan Rasulnya, salah satunya selalu bertekad untuk menghentikan segala bentuk larangan, dan dengan penuh kesadaran mengerjakan seluruh suruhan. Karena memang tindakan itulah yang mengambarkan keimanan seseorang. Didalam mejalankan suruhan yang ujudnya adalah amal ibadah, tidak bisa tidak harus di iringi dengan menghentikan segala larangan yang bentuknya nafsu, yang kita ketahui sifat dari nafsu ini selalu tidak merasa puas dan terpuaskan yang keberadaanya dalam diri manusia harus di kendalikan dan bukan untuk di lampiaskan dan di umbar hanya untuk kepentingan pribdai belaka. Sehingga sifat dan tabiat kikir dan bakhil terhadap sesama manusia bisa kita hilangkan. Full Story »

READ MORE - Bahaya Menahan Zakat

Kesombongan Perdana Dalam Sejarah Umat

0 komentar
Kesombongan Perdana Dalam Sejarah Umat. Setiap insan yang dilahirkan pada hakekatnya berada dalam lingkaran kesucian karena itulah fitrah dari kemanusiaan, yang harus di implementasikan dalam bentuk dan tindak – tanduk serta prilaku sehari – hari. Dalam perkembanganya manusia itu selalu menuntut suatu perubahan yang akan menentukan tingkatan – tingkatan yang ada di masyarakat, saling berkompetisi, adu argumentasi dan lain sebagainya yang akan melahirkan apresiasi tertentu dari individu maupun kelompok.

Dalam mengarungi lautan kehidupan yang sarat dengan berbagai macam perubahan dan pengaruh baik exsternal maupun internal yang berkonotasi dengan persaingan yang ketat tersebut dalam berbagai bidang dan usaha. Banyak sedikitnya akan mempengaruhi pola pikir, perasaan dan tabiat umat manusia pada umumnya yang tersangkut pada sifat – sifat terpuji ( Akhlakul karimah ) dan sifat tercela ( Akhlakul mazmumah ). Full Story »

READ MORE - Kesombongan Perdana Dalam Sejarah Umat
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template