Special Backlink

Fastabiqul Khairat

1 komentar Link ke posting ini
Fastabiqul Khairat. Allah Swt berfirman.” Dan carilah pada apa-apa yang telah dikaruniakan Allah kepadamu, kebahagiaan negeri akhirat dan janganlah kamu lupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi. Dan berbuat baiklah kamu kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan dibumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Qs Al Qashash-77). Kebahagiaan negeri akhirat adalah keinginan dari kita semua, hal ini tidak akan pernah terwujud dan sulit untuk meraihnya kalau, setiap diri tidak berusaha membuka jalan kearah kenginan tersebut.

Allah tidak menyukai dan tidak menyuruh umat manusia memfokuskan diri soal akhirat semata, dengan meninggalkan dan mengesampingkan jatah kenikmatan dan kesenangan hidup didunia ini.. Hendaknya setiap diri harus bisa mempergunakan kenikmatan maupun kesenangan dunia, sebagai kendaraan untuk mendapatkan kebahagiaan negeri akhirat dengan segenap kemampuan yang diberikan-Nya. Full Story »

READ MORE - Fastabiqul Khairat

Bahaya Hasad, Iri dan Dengki

0 komentar Link ke posting ini
Bahaya Hasad, Iri dan Dengki. Rasulullah Saw bersabda Hasad, iri, &, dangki akan mengerogoti dan memakan segala kebaikan sebagai mana api membakar kayu api yang kering”. Jika seseorang melakukan amal kebaikan (shalat, puasa, infak dsb) ia sedang berada dalam wadah kebaikan yang akan mendapatkan pahala dari Allah Swt sebagai imbalanya. Namun, ada satu jenis penyakit yang sangat membahayakan sekali terhadap eksistensi/nilai amal maupun yang punya amal, dialah penyakit Hasad, iri dan dengki. Seperti yang di sabdakan Rasulullah Saw di atas, sehingga amal ibadah yang kita lakukan akan menjadi sia-sia belaka “Minyak Abis samba indak lamak” begitu kata orang MinangKabau mengibaratkanya.

Orang pintar bilang, hidup ini adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan baik dalam ujud materi, tenaga maupun pikiran. Begitu juga dalam mengarungi lautan kehidupan ini, hidup dalam bermasyarakat apalagi di zaman sekarang (moderen), baik dalam berelasi, berkongsi, berserikat dsb kecendrungan untuk selalu menjadi yang terdepan dalam meraih hasil yang terbanyak sangatlah tinggi ( baca: persaingan). Jikalau diri sampai lepas kontrol dalam meyingkapinya jelas kegagalanlah yang akan menghampiri kita, yang berimbas pada kegalauan pikiran dan kegoncangan jiwa, yang di iringi dengan munculnya berbagai macam penyakit seperti stres, depresi, tekanan jiwa, sampai pada penyakit hati yang sangat berbahaya seperti lahirnya sifat hasad, iri dan dengki. Full Story »

READ MORE - Bahaya Hasad, Iri dan Dengki

Doa dan Perubahan Diri

1 komentar Link ke posting ini
Doa dan Perubahan Diri. “ Berdoalah kepada-Ku dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka pada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs Al A’raaf-55). Allah menyuruh kita untuk bermunajat pada-Nya karena munajat dalam bentuk doa yang tulus dan keluar dari hati yang tulus lagi ikhlas yang mengharapkan keridhaan-Nya semata akan cepat mendapat respon dari Allah. Dijelaskan, berdoa haruslah dengan penuh kerendahan atau tawaduk didalam hal yang diminta dan juga cara memintanya, karena Allah tidak suka sama sekali terhadap orang-orang yang berlebihan dalam segala hal. Pada dasarnya kekuatan doa itu akan jauh lebih efektif ketika kita sanggup merubah perangai, prilaku maupun sikap kita. Dikatakan, doa itu ibarat tanaman, kekuatan untuk merubah diri dan segala sikap hidup dari yang tercela menjadi terpuji itulah yang akan menjadi bibitnya. Sedangkan permohonan yang kita ucapkan ibarat pupuk. Tapi, kalau kita hanya menaburkan pupuk semata tampa pernah menaburkan bibit, mustahil hasilnya akan sesuai dengan keinginan kita.

Dari kenyataan hidup yang kita jalani, semakin tampak bahwa semakin hari kita semakin dihadapkan pada berbagai bentuk persoalan yang sepertinya tidak akan pernah ada akhirnya, dimulai dari harga-harga yang terus merambat naik sampai pada tingkah laku dari ank-anak kita yang semakin mengkhawatirkan dsb. Dalam situasi seperti ini tak banyak manusia yang sanggup menghadapinya selain ditenggelamkan kedalam kubangan penderitaan yang sepertinya tak berkesudahan. Full Story »

READ MORE - Doa dan Perubahan Diri

Sholat Sebagai Penghubung

0 komentar Link ke posting ini
Sholat Sebagai Penghubung. Dari sekian banyak rangkaian ibadah yang diwajibkan, shalat adalah yang paling ditekankan sekali untuk menyegerakan waktunya. Shalat adalah rukun Islam yang kedua sesudah bersyahadat, dari kelima rukun Islam itu ibadah shalat merupakan amalan yang pertama sekali dihitung diakhirat kelak, baik shalatnya maka kebaikanlah yang akan menyertainya, buruk shalatnya maka keburukan itu akan selalu merongrongnya. Diterangkan ibadah shalat ini adalah sarana penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Rasulullah Saw bersabda .” Innaahadukum izashalayuna jirabbahu.” Sesungguhnya jika seseorang dari kamu mengerjakan shalat, ia telah bermunajat (doa) kepada Rabbnya.

Hadis singkat Beliau Saw ini menjelaskan bahwa cara bermunajat atau berdoa yang paling sempurna itu hendaknya diawali dengan shalat. Karena shalat itu sendiri terdiri dari rangkaian doa-doa dan puji-pujian pada Allah, dan juga sebagai taman ibadah yang didalamnya penuh dengan segala yang menyejukan. Tentu hal ini bisa dirasakan dengan menjadikan shalat ini benar-benar sebagai penghubung antara jiwa kita dengan Allah dan pencegah dari kemungkaran. Namun, sangat disayangkan ibadah shalat sebagai tiang dari tegaknya syariat Islam ini sering kali kurang mendapat perhatian dari sebagian kalangan, kesibukkan duniawi telah mengikis eksistensi manusia itu sendiri sebagai makhluk Allah yang harus menyembah secara tulus pada-Nya. Full Story »

READ MORE - Sholat Sebagai Penghubung

Haji Mabrur, di Mana Letaknya ?

0 komentar Link ke posting ini
Haji Mabrur, di Mana Letaknya ? Ajaran Islam kaffah telah menerapkan beberapa aturan didalam menguatkan rasa persaudaraan dan persatuan didalam menanamkan semangat bekerja sama dan toleransi, yang pada akhirnya akan mewujudkan kepentingan bersama, dalam wadah Ukhuwah Islamiyah maupun Ukhuwah Insaniyah yang selalu didengungkan selama ini. Shalat misalnya, akan jauh lebih baik dan sempurna apabila ditunaikan secara berjamaah. Zakat akan melahirkan sifat kasih sayang dan kepedulian sosial terhadap sesama muslim yang kurang mampu, sembari menumbuhkan rasa optimisme mereka dalam bekerja dan berusaha, sabar dan tawakal.

Kemudian, bagi yang mampu secara lahir dan bathin Islam memerintahkan untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, yang merupakan pertemuan akbar umat Islam sedunia. Apakah ibadah haji tersebut hanya sebatas itu ?. Istimewanya didalam ibadah haji ini adalah, tidak ada yang berbeda dan dibeda-bedakan, pakaian yang dikenakan adalah sama, pekerjaan yang ditunaikan juga sama, dan kepentingan yang sama, tampa memandang bangsa, warna kulit, derajat dan bahkan mungkin niat’yang sama. Full Story »

READ MORE - Haji Mabrur, di Mana Letaknya ?
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template